Advertisement
MATARAM – Menjelang penerimaan mahasiswa baru isu soal Uang Kuliah Tunggal (UKT)
yang makin mahal emang lagi jadi hot potato alias obrolan panas di
mana-mana. Banyak calon mahasiswa dan orang tua yang overthinking
duluan. Ya gimana nggak, ekspektasi masyarakat pengen dapet kampus berkualitas
tinggi, tapi dompet tetap aman. Pertanyaannya, emang bisa kampus jaga
kualitas tanpa nutup pintu buat mereka yang ekonomi keluarganya pas-pasan?
Nah,
menjawab tantangan dan trust issue publik ini, Universitas Mataram
(Unram) maju ngasih solusi yang nggak kaleng-kaleng. Sebagai salah satu kampus
negeri top tier di Indonesia Timur, Unram ngebuktiin kalau kebijakan
finansial itu nggak melulu soal cuan institusi, tapi soal keadilan sosial!
Spill
Data UKT Unram: Bukti Nyata Bukan Cuma Janji Manis
Buat
kamu yang masih ragu, mari kita spill datanya. Unram bener-bener nerapin
UKT yang disesuaikan sama kantong mahasiswa. Faktanya:
- Sekitar
42 persen mahasiswa Unram ngebayar UKT di kelompok paling bottom
(terendah), yaitu cuma di range Rp500 ribu sampai Rp1 juta
per semester.
- Angka
itu aja belum termasuk sekitar 30 persen mahasiswa yang ada di
kelompok UKT III. Super affordable, kan?
Menanggapi
data tersebut, Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, pada Kamis (2/7/26),
menegaskan komitmen kampusnya.
“Kebijakan
ini mencerminkan komitmen Universitas Mataram dalam menjaga akses pendidikan
tinggi yang terjangkau. Khususnya bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga
dengan kemampuan ekonomi terbatas,” kata Pak Rektor.
Kuliah
“Gratis” di Jurusan Kedokteran? Yes, It’s Real!
Plot
twist-nya nggak
berhenti di situ, guys. Sebanyak 690 mahasiswa sukses dapet privilege
pembebasan UKT. Artinya? Mereka kuliah alias nol rupiah! Yang bikin makin mindblowing,
dari ratusan orang itu, 13 di antaranya adalah mahasiswa Program Studi
Kedokteran. Ini jadi bukti valid kalau jurusan "Sultan" sekalipun
tetap open door buat anak-anak berprestasi tanpa mandang status
finansial mereka.
Selain
ngasih akses kuliah yang murah bahkan gratis, Unram ternyata royal banget
ngasih reward alias insentif buat mahasiswanya yang doyan hustle
dan ngebangun budaya inovasi, riset, sampai entrepreneurship. Cek list
cuannya nih:
- Pembebasan
UKT 2 Semester:
Buat mahasiswa S1, S2, sampai S3 yang sukses publish karya ilmiah
di jurnal internasional bereputasi.
- Insentif
Rp10 Juta: Uang
tunai buat kamu yang artikelnya tembus di jurnal internasional bereputasi.
- Pendanaan
Rp6 Juta: Buat
modal ngembangin start-up mahasiswa atau inovasi yang bisa
nyelesaiin masalah real di dunia industri.
- Penghargaan
Rp4 Juta: Buat
yang sukses sabet Juara I di ajang kompetisi, ikutan magang, pertukaran
pelajar (student exchange), atau kegiatan akademik keren lainnya di
luar negeri.
Terkait
banjir insentif ini, begini penjelasan langsung dari Pak Rektor guys:
“Berbagai
bentuk apresiasi dan dukungan tersebut tidak hanya untuk mendorong tumbuhnya
budaya inovasi, prestasi, dan pengalaman internasional mahasiswa. Namun juga
untuk membantu meringankan beban pembiayaan selama menjalani kegiatan akademik
dan pengembangan kompetensi,” ungkapnya.
Prinsip
UKT Unram: Cross-Subsidy dan Wajib Jujur!
Pak
Rektor nekenin banget kalau sistem UKT di Unram ini dibikin pakai asas keadilan
dan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang real. Tapi, ada notes
penting mahasiswa harus jujur!
“Unram
berkomitmen agar tidak ada mahasiswa yang kehilangan kesempatan mengenyam
pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi, tapi harus jujur
menyampaikan data. UKT bukan sekadar angka, melainkan instrument untuk
menghadirkan keadilan. Mereka yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik,
berkontribusi sesuai kemampuannya. Sementara mahasiswa yang kurang mampu tetap
memperoleh hak yang sama untuk belajar dan meraih masa depan,” ujar Pak
Rektor.
Pak Rektor juga nambahin kalau kampus itu harusnya jadi tempat yang ngasih harapan,
bukan malah bikin mimpi anak bangsa pupus cuma gara-gara urusan uang.
“Kami
ingin membangun ekosistem pendidikan yang inklusif. Kampus bukan hanya tempat
mencetak lulusan yang unggul secara akademik. Namun juga menjadi ruang yang
membuka harapan. Bahkan pada program studi kedokteran, kami memastikan bahwa
mahasiswa berprestasi dan keluarga kurang mampu tetap memiliki peluang yang
sama untuk belajar dan mengabdi pada masyarakat,” tegasnya.
Sebagai
closing statement yang super inspiring, Pak Rektor ngingetin
publik tentang apa arti pendidikan yang sebenarnya buat masa depan negara.
“Investasi
terbesar sebuah bangsa bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun manusia.
Karena itu, Unram akan terus memperkuat kebijakan pembiayaan pendidikan tinggi
yang berkeadilan. Tujuannya, agar setiap mahasiswa yang memiliki potensi dapat
berkembang tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi keluarganya,” katanya.
Pesan
Pak Rektor ini jadi bukti valid kalau privilege ekonomi nggak berlaku
mutlak di kampus ini. At the end of the day, siapa pun kamu dan dari
mana pun asalmu, kamu punya hak penuh buat tumbug bareng di Unram. No money
issue can stop your hustle!
#kmafhisip.unram #StudentJournalism #POPJournalism
“Tetap Terhubung, Terinformasi dan Berjejaring dengan Alumni”

.png)