Iklan

Advertisement
LAWGOS.ID
Criminal Law Study
Jumat, 03 Juli 2026, Juli 03, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-03T13:20:52Z
BERITAFAKULTASTRENDING

Spill Solusi dari Pak Rektor Unram Soal UKT : Chill, Ada Opsi Kuliah Murah Sampai Banjir Cuan!

Advertisement

MATARAM – Menjelang penerimaan mahasiswa baru isu soal Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang makin mahal emang lagi jadi hot potato alias obrolan panas di mana-mana. Banyak calon mahasiswa dan orang tua yang overthinking duluan. Ya gimana nggak, ekspektasi masyarakat pengen dapet kampus berkualitas tinggi, tapi dompet tetap aman. Pertanyaannya, emang bisa kampus jaga kualitas tanpa nutup pintu buat mereka yang ekonomi keluarganya pas-pasan?

 

Nah, menjawab tantangan dan trust issue publik ini, Universitas Mataram (Unram) maju ngasih solusi yang nggak kaleng-kaleng. Sebagai salah satu kampus negeri top tier di Indonesia Timur, Unram ngebuktiin kalau kebijakan finansial itu nggak melulu soal cuan institusi, tapi soal keadilan sosial!

 

Spill Data UKT Unram: Bukti Nyata Bukan Cuma Janji Manis

 

Buat kamu yang masih ragu, mari kita spill datanya. Unram bener-bener nerapin UKT yang disesuaikan sama kantong mahasiswa. Faktanya:

 

  • Sekitar 42 persen mahasiswa Unram ngebayar UKT di kelompok paling bottom (terendah), yaitu cuma di range Rp500 ribu sampai Rp1 juta per semester.
  • Angka itu aja belum termasuk sekitar 30 persen mahasiswa yang ada di kelompok UKT III. Super affordable, kan?

 

Menanggapi data tersebut, Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, pada Kamis (2/7/26), menegaskan komitmen kampusnya.

 

“Kebijakan ini mencerminkan komitmen Universitas Mataram dalam menjaga akses pendidikan tinggi yang terjangkau. Khususnya bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas,” kata Pak Rektor.

 

Kuliah “Gratis” di Jurusan Kedokteran? Yes, It’s Real!

 

Plot twist-nya nggak berhenti di situ, guys. Sebanyak 690 mahasiswa sukses dapet privilege pembebasan UKT. Artinya? Mereka kuliah alias nol rupiah! Yang bikin makin mindblowing, dari ratusan orang itu, 13 di antaranya adalah mahasiswa Program Studi Kedokteran. Ini jadi bukti valid kalau jurusan "Sultan" sekalipun tetap open door buat anak-anak berprestasi tanpa mandang status finansial mereka.

 

Selain ngasih akses kuliah yang murah bahkan gratis, Unram ternyata royal banget ngasih reward alias insentif buat mahasiswanya yang doyan hustle dan ngebangun budaya inovasi, riset, sampai entrepreneurship. Cek list cuannya nih:

 

  • Pembebasan UKT 2 Semester: Buat mahasiswa S1, S2, sampai S3 yang sukses publish karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi.
  • Insentif Rp10 Juta: Uang tunai buat kamu yang artikelnya tembus di jurnal internasional bereputasi.
  • Pendanaan Rp6 Juta: Buat modal ngembangin start-up mahasiswa atau inovasi yang bisa nyelesaiin masalah real di dunia industri.
  • Penghargaan Rp4 Juta: Buat yang sukses sabet Juara I di ajang kompetisi, ikutan magang, pertukaran pelajar (student exchange), atau kegiatan akademik keren lainnya di luar negeri.

 

Terkait banjir insentif ini, begini penjelasan langsung dari Pak Rektor guys:

 

“Berbagai bentuk apresiasi dan dukungan tersebut tidak hanya untuk mendorong tumbuhnya budaya inovasi, prestasi, dan pengalaman internasional mahasiswa. Namun juga untuk membantu meringankan beban pembiayaan selama menjalani kegiatan akademik dan pengembangan kompetensi,” ungkapnya.

 

Prinsip UKT Unram: Cross-Subsidy dan Wajib Jujur!

 

Pak Rektor nekenin banget kalau sistem UKT di Unram ini dibikin pakai asas keadilan dan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang real. Tapi, ada notes penting mahasiswa harus jujur!

 

“Unram berkomitmen agar tidak ada mahasiswa yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi, tapi harus jujur menyampaikan data. UKT bukan sekadar angka, melainkan instrument untuk menghadirkan keadilan. Mereka yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik, berkontribusi sesuai kemampuannya. Sementara mahasiswa yang kurang mampu tetap memperoleh hak yang sama untuk belajar dan meraih masa depan,” ujar Pak Rektor.

 

Pak Rektor juga nambahin kalau kampus itu harusnya jadi tempat yang ngasih harapan, bukan malah bikin mimpi anak bangsa pupus cuma gara-gara urusan uang.

 

“Kami ingin membangun ekosistem pendidikan yang inklusif. Kampus bukan hanya tempat mencetak lulusan yang unggul secara akademik. Namun juga menjadi ruang yang membuka harapan. Bahkan pada program studi kedokteran, kami memastikan bahwa mahasiswa berprestasi dan keluarga kurang mampu tetap memiliki peluang yang sama untuk belajar dan mengabdi pada masyarakat,” tegasnya.

 

Sebagai closing statement yang super inspiring, Pak Rektor ngingetin publik tentang apa arti pendidikan yang sebenarnya buat masa depan negara.

 

“Investasi terbesar sebuah bangsa bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun manusia. Karena itu, Unram akan terus memperkuat kebijakan pembiayaan pendidikan tinggi yang berkeadilan. Tujuannya, agar setiap mahasiswa yang memiliki potensi dapat berkembang tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi keluarganya,” katanya.

 

Pesan Pak Rektor ini jadi bukti valid kalau privilege ekonomi nggak berlaku mutlak di kampus ini. At the end of the day, siapa pun kamu dan dari mana pun asalmu, kamu punya hak penuh buat tumbug bareng di Unram. No money issue can stop your hustle!

 

So, melalui gebrakan dan kebijakan super adil ini, Unram makin mantap nge-klaim posisinya sebagai kampus negeri yang nggak cuma ngejar ranking atau keunggulan akademik aja, tapi bener-bener care sama pemerataan akses. Di Unram, everyone gets a fair chance to glow up, achieve things, dan berkontribusi buat dunia! (ming)

 


 #kmafhisip.unram #StudentJournalism #POPJournalism

“Tetap Terhubung, Terinformasi dan Berjejaring dengan Alumni”

IKLAN

Advertisement
LAWGOS.ID