Advertisement
MATARAM - Dosen muda Fakultas Hukum, Ilmu
Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram, Ayu Riska Amalia,
berhasil meraih Beasiswa Kemitraan Indonesia (BKI) untuk menempuh studi
doktoral (S3) di Technische Universität (TU) Dresden, Jerman.
Beasiswa
Kemitraan Indonesia merupakan program pendanaan studi ke luar negeri bagi dosen
yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ayu mengatakan, proses seleksi telah diikutinya sejak pendaftaran dibuka pada
April 2026.
"Saya
mengikuti proses seleksi sejak pendaftaran dibuka pada April 2026, lalu
mendapat kesempatan mengikuti tahapan wawancara secara daring pada 20 Mei
2026," kata Ayu, baru-baru ini.
Keberhasilan
menembus salah satu kampus ternama di Jerman itu tak lepas dari pengalaman Ayu
sebelumnya. Ia sempat mengikuti Predoctoral Course Program (PDCP) di TU
Dresden yang juga didanai oleh kementerian. Program persiapan tersebut
memberinya ruang untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik kampus tujuan
sekaligus mematangkan proposal riset.
Melalui
program prakuliah tersebut, Ayu mengaku telah memiliki gambaran yang jelas
mengenai topik riset, calon supervisor pembimbing, hingga kultur akademik di TU
Dresden. "Pengalaman tersebut sangat membantu ketika saya mengikuti proses
seleksi beasiswa," ujarnya.
Dalam
studi doktoralnya kelak, Ayu akan membedah kajian strategis pada irisan hukum,
hak asasi manusia (HAM), dan hukum digital. Ia menilai isu perlindungan HAM di
era digital telah menjelma menjadi tantangan global. Hal ini seiring dengan
disrupsi teknologi informasi, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial
intelligence), hingga rentannya perlindungan data pribadi.
Meski
berbekal persiapan riset yang matang, Ayu menyebut tahapan seleksi bukan tanpa
hambatan. Wawancara penentuan yang digelar secara daring sempat menjadi
tantangan tersendiri, terutama terkait kesiapan teknis dan mental.
"Jaringan
internet yang tidak stabil cukup membuat deg-degan. Di sisi lain, rasa gugup
juga menjadi tantangan karena tahapan wawancara merupakan bagian yang paling
menentukan," tuturnya. Namun, ia bersyukur mampu melewati fase tersebut
dan berujung pada penetapannya sebagai penerima beasiswa.
Lolosnya
Ayu Riska Amalia ke TU Dresden menjadi catatan penting bagi FHISIP Unram dalam
mendongkrak kapasitas akademik dosen di level internasional. Universitas
berharap, langkah Ayu ke Jerman tak sekadar mengembangkan karier personal,
melainkan turut membawa kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan,
penelitian akademik, dan inspirasi bagi dosen muda lainnya. (sir)

.png)