Iklan

Advertisement
LAWGOS.ID
Criminal Law Study
Rabu, 24 Juni 2026, Juni 24, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-25T06:49:32Z
BERITAFAKULTASPRESTASITRENDING

Dosen Muda FHISIP Unram Tembus Beasiswa Doktoral ke TU Dresden Jerman

Advertisement

 


MATARAM - Dosen muda Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram, Ayu Riska Amalia, berhasil meraih Beasiswa Kemitraan Indonesia (BKI) untuk menempuh studi doktoral (S3) di Technische Universität (TU) Dresden, Jerman.

 

Beasiswa Kemitraan Indonesia merupakan program pendanaan studi ke luar negeri bagi dosen yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ayu mengatakan, proses seleksi telah diikutinya sejak pendaftaran dibuka pada April 2026.

 

"Saya mengikuti proses seleksi sejak pendaftaran dibuka pada April 2026, lalu mendapat kesempatan mengikuti tahapan wawancara secara daring pada 20 Mei 2026," kata Ayu, baru-baru ini.

 

Keberhasilan menembus salah satu kampus ternama di Jerman itu tak lepas dari pengalaman Ayu sebelumnya. Ia sempat mengikuti Predoctoral Course Program (PDCP) di TU Dresden yang juga didanai oleh kementerian. Program persiapan tersebut memberinya ruang untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik kampus tujuan sekaligus mematangkan proposal riset.

 

Melalui program prakuliah tersebut, Ayu mengaku telah memiliki gambaran yang jelas mengenai topik riset, calon supervisor pembimbing, hingga kultur akademik di TU Dresden. "Pengalaman tersebut sangat membantu ketika saya mengikuti proses seleksi beasiswa," ujarnya.

 

Dalam studi doktoralnya kelak, Ayu akan membedah kajian strategis pada irisan hukum, hak asasi manusia (HAM), dan hukum digital. Ia menilai isu perlindungan HAM di era digital telah menjelma menjadi tantangan global. Hal ini seiring dengan disrupsi teknologi informasi, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga rentannya perlindungan data pribadi.

 

Meski berbekal persiapan riset yang matang, Ayu menyebut tahapan seleksi bukan tanpa hambatan. Wawancara penentuan yang digelar secara daring sempat menjadi tantangan tersendiri, terutama terkait kesiapan teknis dan mental.


"Jaringan internet yang tidak stabil cukup membuat deg-degan. Di sisi lain, rasa gugup juga menjadi tantangan karena tahapan wawancara merupakan bagian yang paling menentukan," tuturnya. Namun, ia bersyukur mampu melewati fase tersebut dan berujung pada penetapannya sebagai penerima beasiswa.

 

Lolosnya Ayu Riska Amalia ke TU Dresden menjadi catatan penting bagi FHISIP Unram dalam mendongkrak kapasitas akademik dosen di level internasional. Universitas berharap, langkah Ayu ke Jerman tak sekadar mengembangkan karier personal, melainkan turut membawa kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan, penelitian akademik, dan inspirasi bagi dosen muda lainnya. (sir)


IKLAN

Advertisement
LAWGOS.ID