Iklan

Advertisement
LAWGOS.ID
Criminal Law Study
Jumat, 26 Juni 2026, Juni 26, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-03T13:22:10Z
BERITATRENDING

Bikin Mewek! Kisah Tukang Pijat Langganan Pak Rektor Unram Sukses Kuliahkan Anak Sampai S2

Advertisement


 
Sumber Video: KMAFHISIP_UNRAM


MATARAM — Suasana haru biru mendadak menyelimuti prosesi wisuda Universitas Mataram (Unram) pada Kamis (25/6/2026) kemarin. Di tengah momen bahagia para wisudawan, Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd., membagikan sebuah kisah inspiratif yang sukses bikin satu ruangan merinding sekaligus mewek.


Pak Rektor secara khusus memperkenalkan seorang ayah tangguh bernama Adi, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat langganan sang rektor saat cedera berolahraga. Hebatnya, Pak Adi hari itu hadir untuk menyaksikan sang putra, Opan, yang sukses meraih gelar Magister (S2) dari FKIP Unram.


Momen respect itu terjadi saat Pak Rektor tiba-tiba menyapa Pak Adi langsung dari atas podium ges.


"Saya melihat ada saudara saya Pak Adi di sini hadir. Beliau tukang pijat saya. Bisa berdiri Pak Adi? Beliau hari ini datang untuk mengantarkan putra beliau, Opan, yang S2 FKIP Universitas Mataram. Bisa berdiri nak, Opan?" sapa Pack Rektor hangat, disambut pandangan haru dari seluruh hadirin.


Perjuangan Pak Adi demi pendidikan anaknya ternyata nggak main-main. Demi memastikan Opan bisa terus kuliah dan meraih mimpi, Pak Adi bahkan rela menjual kebun miliknya. Kerja keras tanpa lelah dan pengorbanan luar biasa inilah yang dinilai sang rektor sebagai potret nyata perjuangan seorang ayah.


Lewat kisah Pak Adi dan Opan, Pak Rektor juga memberikan pesan mendalam bagi seluruh wisudawan yang hadir hari itu agar selalu menghormati dan membahagiakan orang tua mereka.


"Atau mungkin ada seorang ayah yang diam-diam menyembunyikan kesulitannya karena tidak ingin anaknya berhenti kuliah. Kamu harus bangga memiliki orang tua yang dengan gigih memperjuangkanmu dan tidak putus doa setiap siang dan malam untuk kebahagiaanmu. Jangan pernah mengecewakan orang tuamu," pesan Pak Rektor penuh emosi haru biru.


Kisah Opan dan Pak Adi jadi bukti nyata kalau keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya selama ada doa dan kerja keras. Sore-sore gini jadi mengandung bawang ya, ges. Salut buat Pak Adi dan Opan! (bar)

IKLAN

Advertisement
LAWGOS.ID