Advertisement
Perhelatan
sakral tersebut dipusatkan di Gedung Auditorium M. Yusuf Abu Bakar, kampus
Universitas Mataram.
Sejak
pagi hari, area Auditorium M. Yusuf Abu Bakar telah dipadati oleh para
wisudawan, orang tua, serta keluarga yang antusias menyaksikan momen
pengukuhan. Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat satu per satu
wisudawan dari berbagai fakultas dipanggil untuk menerima ijazah secara resmi.
Upacara
ini dibuka melalui Rapat Senat Terbuka yang dipimpin oleh Rektor Universitas
Mataram beserta jajaran pimpinan universitas. Prosesi ini menjadi simbol sahnya
para mahasiswa menyelesaikan seluruh beban akademik, mulai dari jenjang Sarjana
(S1), Magister (S2), hingga Doktoral (S3).
Dalam
pidatonya, Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa
bangga kepada para lulusan dan keluarga yang hadir.
"Atas
nama sivitas akademika Universitas Mataram, saya mengucapkan selamat. Kerja
keras Saudara selama bertahun-tahun dalam menghadapi berbagai rintangan dan
dinamika kini membuahkan hasil. Kepada para orang tua, saya juga turut
berbahagia atas pencapaian putra-putrinya," ungkap Rektor.
Lebih
lanjut, Prof. Sukardi menegaskan bahwa seremoni wisuda bukanlah garis akhir,
melainkan titik awal untuk mengamalkan keilmuan dan bertransformasi menjadi lulusan
berdampak yang memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Pada wisuda periode bulan Juni ini, Rektor Unram, Prof. Sukardi, menyampaikan bahwa esensi pendidikan tinggi bukan sekadar mencetak manusia yang pintar secara akademis, melainkan manusia yang mampu mengaktualisasikan diri dan memberi manfaat nyata.
“Wisuda bukanlah puncak keberhasilan. Wisuda adalah awal dari tantangan yang lebih besar, yaitu untuk siapa ilmu itu akan digunakan. Hari ini saudara lulus dari Unram tetapi jangan pernah lulus dari proses belajar. Karena sesungguhnya pendidikan sejati berlangsung sepanjang hayat,” ujarnya.
Prof. Sukardi mengingatkan bahwa selepas dari bangku kuliah, ujian sesungguhnya baru saja dimulai. Dunia nyata tidak lagi menyediakan jadwal kuliah atau dosen yang mengingatkan tugas, melainkan sebuah ruang kelas besar yang menguji karakter, integritas, dan pengetahuan tanpa kepastian jawab serta mengajak para wisudawan untuk memaknai wisuda bukan hanya sebagai refleksi atas perjalanan panjang yang telah dilalui selama menempuh pendidikan
“Keberhasilan pendidikan tidak diukur dari seberapa banyak informasi yang diperoleh, tetapi dari seberapa besar dampak yang dapat dihadirkan dalam kehidupan masyarakat. Kecerdasan mampu menciptakan teknologi, tetapi hanya karakter yang dapat memastikan teknologi digunakan untuk kebaikan manusia,” ungkapnya.
Mengakhiri
pidatonya, Prof. Sukardi
Dengan toga dan ijazah di tangan, ribuan lulusan Unram kini bersiap menapaki babak baru kehidupan mereka membawa semangat almamater untuk berkarya du dunia nyata.
Di
tengah kemeriahan acara, rona bahagia terpancar dari para wisudawan Program
Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Ilmu Politik (FHISIP) Unram.
Mereka membagikan cerita dan komitmennya setelah resmi menyandang gelar Sarjana
Hukum.
M.
Iradat, salah satu wisudawan Ilmu Hukum, mengungkapkan rasa syukur yang
mendalam atas pencapaian ini. Ia menekankan bahwa dinamika hukum nasional saat
ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi para lulusan baru.
Senada
dengan itu, Indry Rahmayani menyampaikan kesannya mengenai bekal
akademis yang ia dapatkan selama di bangku kuliah. Bagi Indry, dunia
pascakampus adalah medan pengabdian yang sesungguhnya.
"Gelar
ini adalah amanah. Ilmu hukum yang kami timba di FHISIP Unram harus menjadi
instrumen awal mendukung karir dibidang hukum yang profesional, saya kedepan
akan lanjutkan kuliah S2 Kenotariatan, menjadi notaris adalah salah satu impian
kuliah di fakultas hukum. Saya pribadi sangat berterima kasih kepada seluruh
dosen di FHISIP yang selalu sabar membimbing dan membagi ilmu
pengatahuan kepada kami," tutur Indry.
Sementara
itu, Adi Ardiansyah Wisudawan Magister Hukum (S2) FHISIP Unram
menyoroti pentingnya adaptasi dan daya saing bagi alumni Unram di dunia
profesional hukum yang kian kompetitif.
"Tantangan
ke depan tentu tidak mudah, Namun, dengan fondasi keilmuan yang kuat dari
kampus, saya yakin alumni Hukum Unram mampu bersaing secara sehat dan
memberikan kontribusi atau berdampak di tingkat daerah maupun nasional,"
tegas Tum Adi sapaan akrab mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
(IMM) Mataram ini.
Dalam
rangkaian acara tersebut, pihak universitas kembali menekankan pentingnya peran
para alumni sebagai lulusan yang berintegritas dan siap menjawab tantangan di
dunia kerja yang kian kompetitif. Gelar dan ilmu yang diperoleh dari kampus
diharapkan memberikan kontribusi nyata dan berdampak bagi masyarakat, khususnya
dalam pembangunan daerah dan nasional.
Wisuda
periode Juni 2026 di hari ke dua ini berjalan dengan tertib dan lancar hingga
penutupan sesi pada Kamis (25/6) sore. Keberhasilan ini sekaligus menjadi
penanda dimulainya babak baru bagi para alumni untuk menapaki karier
profesional mereka di berbagai sektor. (ming)
Redaksi kmafhisip.com mengucapkan:
selamat kepada seluruh wisudawan Universitas Mataram yang telah resmi menyelesaikan studinya, semoga kakak-kakak sukses dimasa depan

.png)