Iklan

Advertisement
LAWGOS.ID
Criminal Law Study
Sabtu, 04 Juli 2026, Juli 04, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-04T13:43:56Z
ALUMNIBERITAFAKULTAS

Kisah Dr. Tito Eliandi, Alumnus FH Unram yang Menjabat Ketua Pengadilan Negeri Sanana, Maluku Utara

Advertisement

[ ALUMNI FAKULTAS HUKUM  UNRAM ]



MATARAM — Fakultas Hukum Universitas Mataram (FH Unram) kembali membuktikan kualitasnya sebagai pencetak aparat penegak hukum kelas wahid di Indonesia. Salah satu nama yang kini tengah mencuri perhatian di lingkungan Mahkamah Agung (MA) RI adalah Dr. Tito Eliandi, S.H., M.H., alumnus FH Unram yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sanana Kelas II, Maluku Utara.

 

Perjalanan karier pria kelahiran Surabaya, 4 Oktober 1978 ini menjadi bukti nyata bahwa integritas, ketekunan, dan pondasi keilmuan yang kuat dari almamater mampu membawa seorang putra daerah melintasi berbagai penugasan di pelosok Nusantara.

 

Meniti Karier dari Bawah: Lintas Pulau, Lintas Perkara

 

Lulus sebagai Sarjana Hukum dari FH Unram, Tito Eliandi langsung memantapkan langkahnya di dunia peradilan. Memulai pengabdian sebagai Calon Hakim (Cakim) pada periode 2002–2004, ia kemudian dikirim untuk mengasah jam terbang di wilayah Jawa Timur sebagai Hakim Anggota di PN Bangkalan dan PN Pamekasan. Di tanah Madura tersebut, Tito tidak hanya menyidangkan perkara, tetapi juga dipercaya memegang peran strategis seperti memimpin Tim Survei serta Manajemen Mutu Zona Integritas peradilan.

 

Kariernya terus menanjak berkat kepemimpinan yang solid. Pada Februari 2022, ia dipromosikan menjadi Wakil Ketua PN Unaaha di Sulawesi Tenggara. Hanya berselang kurang dari dua tahun, tepatnya pada Desember 2023, Tim Promosi Mutasi (TPM) Mahkamah Agung resmi melantiknya sebagai Ketua PN Sanana, sebuah wilayah hukum yang mencakup Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.

 

Di bawah komandonya, PN Sanana mencetak sejarah dengan dimulainya peletakan batu pertama pembangunan gedung baru pengadilan demi meningkatkan aksesibilitas dan mutu pelayanan hukum bagi masyarakat lokal.

 

Bersiap Menuju Promosi Pengadilan Kelas IB di Tahun 2026

 

Memasuki tahun 2026, nama Dr. Tito Eliandi kembali masuk dalam jajaran elit hakim berprestasi. Berdasarkan rilis resmi dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Badilum) MA RI, ia resmi dipanggil untuk mengikuti Profile Assessment Pimpinan Pengadilan Negeri Kelas IB.

 

Assessment ini merupakan jalur seleksi ketat bagi para pimpinan peradilan yang dinilai siap naik kelas ke tingkat pengadilan yang lebih tinggi dan kompleks. Langkah ini semakin menegaskan kapasitas kepemimpinan Tito yang diakui secara nasional.

 

Menjaga Keseimbangan Antara Palu Hakim dan Pena Akademis

 

Di luar kesibukannya memimpin sidang dan mengelola birokrasi pengadilan, Dr. Tito Eliandi adalah seorang intelektual tulen. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan tertinggi Doktor Ilmu Hukum (S3) dengan fokus pada Hukum Acara dan Hukum Pidana.

 

Ketajaman analisisnya sering ia tuangkan dalam bentuk karya literasi hukum praktis. Salah satu artikel ilmiahnya yang banyak mendapat apresiasi adalah analisis mengenai Evaluasi Mekanisme Praperadilan dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Menariknya, dalam kajian empiris tersebut, ia mengangkat studi kasus riil yang terjadi di wilayah penegakan hukum Nusa Tenggara Barat (Mataram), tempat di mana ia menimba ilmu hukum untuk pertama kalinya.

 

Menjadi Inspirasi bagi Generasi Muda Universitas Mataram

 

Keberhasilan Dr. Tito Eliandi menembus jajaran pimpinan peradilan di Indonesia memperpanjang daftar panjang alumni FH Unram yang berkiprah di level nasional. Di tengah dinamika kampus Unram yang kaya akan tradisi pergerakan mahasiswa baik melalui organisasi taktis maupun lembaga pengabdian figur seperti Dr. Tito memberikan teladan nyata, bahwa penguasaan ilmu hukum yang matang di bangku kuliah adalah modal utama untuk menegakkan keadilan di dunia nyata dan juga pernah di asah di  organisasi mahasiswa di Unram. 


Penguasaan ilmu hukum yang matang di bangku kuliah terbukti menjadi modal utama baginya untuk menegakkan keadilan di dunia nyata, sebuah karakter kuat yang fondasinya telah ditempa dan diasah sejak ia aktif di FKMM (Forum Komunikasi Mahasiswa Mataram) dan WMPM (Wahana Mahasiswa Pengabdi Masyarakat) Unram.


Kombinasi antara ketajaman analisis hukum di FKMM serta empati kemanusiaan yang dipupuk di akar rumput bersama WMPM, telah membentuk karakter penegak hukum yang utuh dalam diri Dr. Tito. Latar belakang aktivis ini membuktikan bahwa palu keadilan yang dipegangnya kini tidak menjadi instrumen yang kaku, melainkan sebuah alat perjuangan yang responsif terhadap realitas sosial dan berpihak pada keadilan substantif.


Bagi generasi mahasiswa hukum yang berkuliah di era 1997–2005, menyusuri kembali kenangan di sudut-sudut perkampungan kos-kosan di wilayah Gomong, Mataram, rekam jejak Dr. Tito Eliandi adalah sebuah pesan moral yang jelas, bahwa palu keadilan di masa depan, siap menyambut mereka yang menempa diri dengan integritas sejak di bangku kuliah.

 

 

Tim Redaksi

IKLAN

Advertisement
LAWGOS.ID