Advertisement
Perjalanan
karier pria kelahiran Surabaya, 4 Oktober 1978 ini menjadi bukti nyata bahwa
integritas, ketekunan, dan pondasi keilmuan yang kuat dari almamater mampu
membawa seorang putra daerah melintasi berbagai penugasan di pelosok Nusantara.
Meniti
Karier dari Bawah: Lintas Pulau, Lintas Perkara
Lulus
sebagai Sarjana Hukum dari FH Unram, Tito Eliandi langsung memantapkan
langkahnya di dunia peradilan. Memulai pengabdian sebagai Calon Hakim (Cakim)
pada periode 2002–2004, ia kemudian dikirim untuk mengasah jam terbang di
wilayah Jawa Timur sebagai Hakim Anggota di PN Bangkalan dan PN Pamekasan. Di
tanah Madura tersebut, Tito tidak hanya menyidangkan perkara, tetapi juga
dipercaya memegang peran strategis seperti memimpin Tim Survei serta Manajemen
Mutu Zona Integritas peradilan.
Kariernya
terus menanjak berkat kepemimpinan yang solid. Pada Februari 2022, ia
dipromosikan menjadi Wakil Ketua PN Unaaha di Sulawesi Tenggara. Hanya
berselang kurang dari dua tahun, tepatnya pada Desember 2023, Tim Promosi
Mutasi (TPM) Mahkamah Agung resmi melantiknya sebagai Ketua PN Sanana, sebuah
wilayah hukum yang mencakup Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.
Di
bawah komandonya, PN Sanana mencetak sejarah dengan dimulainya peletakan batu
pertama pembangunan gedung baru pengadilan demi meningkatkan aksesibilitas dan
mutu pelayanan hukum bagi masyarakat lokal.
Bersiap
Menuju Promosi Pengadilan Kelas IB di Tahun 2026
Memasuki
tahun 2026, nama Dr. Tito Eliandi kembali masuk dalam jajaran elit hakim
berprestasi. Berdasarkan rilis resmi dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan
Umum (Badilum) MA RI, ia resmi dipanggil untuk mengikuti Profile Assessment
Pimpinan Pengadilan Negeri Kelas IB.
Assessment ini merupakan jalur seleksi ketat bagi
para pimpinan peradilan yang dinilai siap naik kelas ke tingkat pengadilan yang
lebih tinggi dan kompleks. Langkah ini semakin menegaskan kapasitas
kepemimpinan Tito yang diakui secara nasional.
Menjaga
Keseimbangan Antara Palu Hakim dan Pena Akademis
Di
luar kesibukannya memimpin sidang dan mengelola birokrasi pengadilan, Dr. Tito
Eliandi adalah seorang intelektual tulen. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan
tertinggi Doktor Ilmu Hukum (S3) dengan fokus pada Hukum Acara dan Hukum
Pidana.
Ketajaman
analisisnya sering ia tuangkan dalam bentuk karya literasi hukum praktis. Salah
satu artikel ilmiahnya yang banyak mendapat apresiasi adalah analisis mengenai Evaluasi
Mekanisme Praperadilan dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Menariknya,
dalam kajian empiris tersebut, ia mengangkat studi kasus riil yang terjadi di
wilayah penegakan hukum Nusa Tenggara Barat (Mataram), tempat di mana ia
menimba ilmu hukum untuk pertama kalinya.
Menjadi
Inspirasi bagi Generasi Muda Universitas Mataram
Keberhasilan Dr. Tito Eliandi menembus jajaran pimpinan peradilan di Indonesia memperpanjang daftar panjang alumni FH Unram yang berkiprah di level nasional. Di tengah dinamika kampus Unram yang kaya akan tradisi pergerakan mahasiswa baik melalui organisasi taktis maupun lembaga pengabdian figur seperti Dr. Tito memberikan teladan nyata, bahwa penguasaan ilmu hukum yang matang di bangku kuliah adalah modal utama untuk menegakkan keadilan di dunia nyata dan juga pernah di asah di organisasi mahasiswa di Unram.
Penguasaan
ilmu hukum yang matang di bangku kuliah terbukti menjadi modal utama baginya
untuk menegakkan keadilan di dunia nyata, sebuah karakter kuat yang fondasinya
telah ditempa dan diasah sejak ia aktif di FKMM (Forum Komunikasi Mahasiswa
Mataram) dan WMPM (Wahana Mahasiswa Pengabdi Masyarakat) Unram.
Kombinasi
antara ketajaman analisis hukum di FKMM serta empati kemanusiaan yang dipupuk
di akar rumput bersama WMPM, telah membentuk karakter penegak hukum yang utuh
dalam diri Dr. Tito. Latar belakang aktivis ini membuktikan bahwa palu keadilan
yang dipegangnya kini tidak menjadi instrumen yang kaku, melainkan sebuah alat
perjuangan yang responsif terhadap realitas sosial dan berpihak pada keadilan
substantif.
Bagi generasi mahasiswa hukum yang berkuliah di era 1997–2005, menyusuri kembali kenangan di sudut-sudut perkampungan kos-kosan di wilayah Gomong, Mataram, rekam jejak Dr. Tito Eliandi adalah sebuah pesan moral yang jelas, bahwa palu keadilan di masa depan, siap menyambut mereka yang menempa diri dengan integritas sejak di bangku kuliah.
Tim Redaksi

.png)