Advertisement
Dwi Sudarsono, S.H. saat ini mengemban amanah sebagai Kepala Ombudsman RI Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) aktif. Beliau secara resmi dilantik pada tanggal 1 Desember 2022 di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, menandai babak baru dalam pengawasan pelayanan publik di Bumi Gora. Dalam sejarah berdirinya lembaga pengawas tersebut di NTB, Dwi Sudarsono tercatat sebagai pimpinan kedua, menggantikan pejabat sebelumnya, Dr. Adhar Hakim, yang telah menyelesaikan masa baktinya selama dua periode sejak tahun 2012 hingga 2022.
Sebelum
menduduki jabatan struktural ini, sosok Dwi Sudarsono sudah dikenal luas oleh
masyarakat dan kalangan pro-demokrasi sebagai seorang aktivis kemanusiaan,
pejuang Hak Asasi Manusia (HAM), serta pegiat lingkungan yang memiliki
idealisme tinggi. Berkat rekam jejaknya yang bersih dan dinilai berintegritas,
ia bahkan sempat diusung oleh koalisi masyarakat sipil NTB sebagai salah satu
kandidat calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Akar
Aktivisme: Pendidikan, Gerakan FKMM, dan Alumni FH Unram
Karakter
kritis dan jiwa kepemimpinan Dwi Sudarsono sejatinya telah terbentuk sejak masa
muda dan bangku kuliah. Pria kelahiran Lombok Tengah pada
tanggal 27 Maret 1968 ini menghabiskan masa pendidikan dasar hingga menengah
atas di Madiun, Jawa Timur, mulai dari SD 1 Madiun, SMP 3 Madiun, hingga lulus
dari SMA 3 Madiun pada tahun 1988. Setamat SMA, ia memutuskan kembali ke tanah
kelahirannya di Lombok dan menempuh studi di Universitas Mataram (Unram).
Menariknya, ia berhasil menamatkan dua program studi sekaligus di kampus
tersebut, yakni meraih gelar Sarjana Pendidikan dari FKIP pada tahun 1995 dan
Sarjana Hukum bidang Hukum Tata Negara pada tahun 1999.
Sebagai
salah satu alumni Fakultas Hukum Unram, Dwi juga terlibat
aktif dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Mataram (FKMM), sebuah wadah
gerakan mahasiswa lintas kampus yang sangat legendaris dan vokal dalam
menyuarakan kritik terhadap pemerintah, memperjuangkan hak-hak rakyat, serta
mengawal isu sosial-politik lokal maupun nasional pada era Orde Baru.
Kiprah
Advokasi: Kemanusiaan, Hukum, dan Ekologi
Setelah
menyelesaikan studinya, komitmen Dwi Sudarsono dalam memperjuangkan hak-hak
rakyat miskin dan keadilan sosial terus berlanjut melalui berbagai organisasi
kemasyarakatan. Ia mengawali kiprah pergerakannya sebagai Koordinator Studi dan
Advokasi di Koslata pada periode 1999 hingga 2007, di mana ia gencar melakukan
advokasi kasus-kasus buruh migran dan menyediakan bantuan hukum gratis.
Dedikasinya
di dunia hukum semakin diperkuat saat ia menjabat sebagai Ketua Lembaga Bantuan
Hukum (LBH) REFORM pada tahun 2009 hingga 2014, yang berfokus memberikan
layanan pendampingan hukum gratis, baik secara litigasi di pengadilan maupun
non-litigasi bagi keluarga tidak mampu melalui Program Organisasi Bantuan Hukum
(OBH).
Di
samping itu, kepeduliannya terhadap isu ekologi membawanya aktif melakukan
advokasi kasus lingkungan dan masyarakat adat, memimpin Wahana Lingkungan Hidup
(Walhi) NTB, hingga dipercaya menjadi Anggota Dewan Nasional Walhi sampai tahun
2025 mendatang. Kiprahnya di sektor lingkungan dan kebijakan publik juga
tercatat melalui perannya sebagai Direktur Yayasan Masyarakat Nusa Tenggara
(SAMANTA) periode 2014–2018, Sekretaris Pengurus Kelompok Kerja Percepatan
Perhutanan Sosial (POKJAPPS) NTB periode 2017–2022, serta keterlibatannya dalam
Kelompok Kerja Rencana Aksi Daerah Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim (POKJA
RAD API) NTB, sembari tetap aktif sebagai advokat dan konsultan hukum di
Lembaga Studi Bantuan Hukum (LSBH) NTB hingga sekarang.
Misi
di Ombudsman NTB: Tranformasi Pelayanan Publik
Kini,
dengan membawa modal pengalaman advokasi yang panjang di akar rumput serta
latar belakang keilmuannya sebagai alumni hukum, Dwi Sudarsono yang berdomisili
di Kota Mataram menerapkan pengawasan yang ketat dan transformatif di Ombudsman
NTB. Di bawah kepemimpinannya, lembaga ini secara konsisten menyoroti dan
mengawal berbagai isu krusial dalam penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk
pencegahan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan pendidikan serta
mendorong transparansi penuh dalam pengelolaan program negara seperti KIP
Kuliah.
Untuk
memastikan pelayanan publik berjalan optimal, ia menetapkan tiga agenda
prioritas utama, yakni mempercepat penyelesaian laporan masyarakat terkait
maladministrasi, memastikan seluruh rekomendasi Ombudsman yang tertunda segera
dijalankan oleh instansi terkait, serta memperkuat koordinasi strategis dengan
para pimpinan daerah dan lembaga penegak hukum, mulai dari Gubernur NTB, Polda
NTB, Kejaksaan Tinggi NTB, hingga Pengadilan Tinggi NTB. Dalam menjalankan
seluruh tugas berat ini, Dwi senantiasa mendapatkan dukungan penuh dari sang
istri, Baiq Lili Susiani, S.H., beserta kedua buah hatinya yang saat ini masih
menempuh pendidikan sebagai pelajar dan mahasiswa.
Biodata
Kepala Ombudsman NTB Dwi Sudarsono:
- Nama
Lengkap: Dwi
Sudarsono, SH
- Tempat,
Tanggal Lahir:
Lombok Tengah, 27 Maret 1968
- Agama: Islam
- Alamat/Domisili: Kota Mataram
Riwayat
Pendidikan:
- SD 1
Madiun (Lulus 1982)
- SMP 3
Madiun (Lulus 1985)
- SMA 3
Madiun (Lulus 1988)
- FKIP
Universitas Mataram (Lulus 1995)
- Fakultas
Hukum Universitas Mataram (Lulus 1999)
Riwayat
Organisasi & Jabatan:
- Aktivis
Forum Komunikasi Mahasiswa Mataram (FKMM)
- Koordinator
Study dan Advokasi Koslata (1999–2007)
- Ketua
Lembaga Bantuan Hukum REFORM (2009–2014)
- Direktur
Yayasan Masyarakat Nusa Tenggara (SAMANTA) (2014–2018)
- Sekretaris
Pengurus Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial (POKJAPPS) Nusa
Tenggara Barat (2017–2022)
- Anggota
Kelompok Kerja Rencana Aksi Daerah Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim
(POKJA RAD API) Nusa Tenggara Barat
- Anggota
Dewan Nasional WALHI (Hingga 2025)

.png)