Advertisement
Ajang pemilihan tahun ini mengusung tema “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing”. Melalui tema tersebut, kompetisi ini bertujuan untuk menjaring talenta muda berbakat yang memiliki dedikasi tinggi dalam berbahasa Indonesia dan bahasa daerah, sekaligus menguasai bahasa asing sebagai representasi generasi masa depan.
Sultan Adiyatma mengungkapkan bahwa proses seleksi yang ia lalui terbilang cukup ketat dan tidak mudah, mengingat kompetisi ini terbuka bagi seluruh generasi muda di wilayah NTB. Ia pun mengaku tidak menyangka bisa keluar sebagai salah satu pemenang.
"Pada tahapan menuju 50 besar, kami diwawancarai mengenai pengetahuan kebahasaan yang meliputi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Selain itu, diuji pula mengenai program kerja serta kesastraan. Selanjutnya, kami juga diberikan tugas untuk membuat esai dan video," ujar Sultan menjelaskan proses seleksi yang dihadapinya.
Keberhasilan ini menambah daftar capaian prestasi mahasiswa FHISIP Unram di tingkat provinsi, sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi aktif generasi muda kampus dalam pelestarian dan pengembangan bahasa. (nas)
